Pages

Tampilkan postingan dengan label tentang aku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tentang aku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Februari 2015

Es krim dan imaji



When you are stressed, you eat ice cream, chocolate and sweets. YOU KNOW WHY? Because "Stressed" spell backwards is "Desserts" ~Anonym

Bagi saya, es krim itu mungkin gak seperti kopi yang nagih dan ingin diminum kapan aja. Hanya saja es krim itu harus ada di moment-moment tertentu. Baik itu di acara perayaan atau mungkin teman galau. Jangan dikira perayaan semacam pesta atau hal-hal heboh lainnya. Sukses bikin masakan dari resep pun untuk saya patut dirayakan oleh minimal banget ya, se-cup es krim. Begitu juga ketika berhasil ngusir rasa malas yang aduhai untuk nyetrika (nyetrika adalah hal yang ada di urutan terakhir diantara 100 hal lain yang saya ingin lakukan) dan akhirnya sukses banget nyelesein setrikaan yang menggunung itu, sangat patut dirayakan oleh es krim.

nom. nom. nom

Saya gak terlalu suka es krim rasa buah-buahan. Dulu sukanya es krim rasa coklat. Kenapa dulu? Karena sekarang saya udah menambatakan hati sama es krim vanilla yang bertabur biskuit oreo. Gak ngerti kenapa di lidah saya, es krim vanilla mix biskuit oreo itu bisa jadi seperti salju yang menari-nari di lidah. Dingin, rasa susu nya diimbangin sama rasa biskuit manis-pahit khas oreo. Kadang saya suka banget nyari “harta karun”. Mengaduk-aduk es krim sampai menemukan bongkahan biskuit oreo yang cukup besar lalu Hap, masuk ke mulut saya, saya emut perlahan dan kresss kresss biskuit nya saya gigit. Ya Tuhan, itu tuh rasanya kayak maen lempar-lemparan bola salju sama beruang kutub. Sangat menyenangkan!

Ngomong-ngomong tentang salju, ternyata ini ada hubungannya dengan sejarah es krim. Menurut informasi yang bertebaran di internet, awalnya es krim terbuat dari es salju yang dicampur lemak susu, buah-buahan dan diberi berbagai macam adonan sehingga lembut dan nikmat. Di Eropa, es krim dibawa dan diperkenalkan oleh Marcopolo. Dimasa itu yang namanya hidangan dari es adalah hidangan untuk kaum bangsawan. Apalagi waktu jaman listrik belum ditemukan, orang berusaha membuat es dengan mesin minyak tanah. Jadi, mereka tidak harus lagi menunggu saat musim salju tiba, tapi dengan bantuan teknologi tersebut bisa membuat air menjadi beku. Hal ini menjadikan es krim sesuatu yang mewah karena hanya kalangan tertentu yang mampu mempunyai mesin tersebut.


Tapi yang paling awal mengenalkan es krim dengan bentuk yang sekarang adalah Kaisar Tang dari dinasti Shang. Seoarang Kaisar yang mempunyai cita rasa tinggi. Ketika disajikan es yang diambil dari salju yang turun, Kaisar tidak segera menyantap begitu saja es yang tersedia. Dia meminta koki Istana menyampur es dengan susu sapi, dan tepung. Ya, terlepas dari benar atau tidaknya sejarah itu, saya tetep mau bilang makasih sama Marcopolo dan Kaisar Tang. Mungkin tanpa cita rasa mereka yang tinggi, saya termasuk kalian gak akan pernah mengenal es krim yang rasanya ulala itu.

Tentu paling enak kalau makan es krim sendirian tanpa berbagi. Hihihi. *stay away from my ice cream* tapi makan es krim berdua itu lebiiiiih enak ternyata loh. Apalagi moment berebut “harta karun oreo” yang tersembunyi. Saya dan suami pasti akan terlihat seperti anak kecil yang ada di dunia-nya sendiri. Heboh gak karuan. (tapi tetep sih saya yang paling heboh. Hehehe). Kita sejenak melupakan beberapa cicilan yang deadline *oalah, curcol* dan menjadi sangat tenang dan damai. 

Ternyata, ini penyebab rasa tenang itu, menurut beberapa penelitian, salah satu manfaat es krim adalah dapat memeberi rasa nyaman dan rileks pada orang yang mengkonsumsinya. Berdasarkan penelitian Institut Psikiatri London, Inggris. Beberapa sukarelawan mengaku merasa lebih nyaman saat mengkonsumsi es krim. Ternyata es krim member dampak positif pada orbitofrontal cortex, yakni bagian depan otak yang menganalisis beberapa hal.
Dan rasa tenang dan nyaman itu sangat mungkin ditimbulkan oleh kalsium karena bahan utama es krim adalah krim susu yang kaya akan kalsium. Kalsium dipercaya memberikan efek rileksasi bagi otot dan inilah yang memungkinkan seseorang merasakan perasaan tenang dan nyaman setelah menkonsumsi es. Jadi, yuk serbu minimarket sekarang juga dan borong es krim nya :D

seperti pasir pantai

Oya, entah kenapa es krim itu selalu mengingatkan saya akan pasir pantai yang lembut. Kaki terasa lebih nyaman saat menginjak pasir. Persis seperti es krim yang selalu membuat nyaman saat menikmatinya. Dan entah mengapa saat makan es krim, banyak hal menyenangkan yang berkelebatan di pikiran saya dan suatu hari saya berharap sekali bisa menikmati es krim dengan cara yang belum pernah saya lakukan dan berbeda dari biasanya, diatas pasir pantai yang lembut dan bersama orang-orang yang sangat saya sayangi.

 ***

Senja itu indah sekali. Aku berjalan diatas pasir. Pasir yang begitu lembut seperti es krim. Kicau burung berkicauan riang dengan langit biru sebagai latarnya. Indah. Aku menengadah lalu menghirup wangi pantai. Debur ombak berkejaran menabuh irama yang indah. Damai sekali. Aku berjalan terus, menunggu matahari tergelincir di ufuk barat yang selalu menawarkan sensasi jingga yang luar biasa. Hemmm. Sepertinya hanya ada aku sendiri disini. Eh tunggu. Sepertinya ada yang sedang berteriak memanggil. Suara itu. Suara itu khas sekali.
"Bunda… Bunda… tunggu kitaaaaa.”Eh itu kan suara suamiku. Aku pun berbalik. Ada suamiku dengan…… seorang anak kecil cantik berparas Dewi, matanya besar sepertiku dan rambutnya yang tebal seperti suamiku menari-nari tertiup angin. Dia berlari-lari riang sekali. Nampaknya dia sangat suka sekali lembutnya pasir yang seperti es krim ini. Just like me. Ah Tuhan, itu kan Keandra, bidadari kecil kami. Aku segera berlari ke arahnya. Saat melihatku menghampirinya, dia pun memeprcepat larinya dan Buk! Terjatuh. Dia tidak menangis malah tertawa tergelak-gelak dengan lucunya. Terjatuh diatas pasir yang lembut memang selalu menyenangkan, bukan? Aku pun terduduk di sebelahnya, ikut tertawa bersamanya.
“Bunda, Key, lihat, lihat, sunset.”Suamiku bereteriak dan menunjuk ke arah laut, ufuk barat. Seolah mengerti, Key menoleh ke arah sunset dan terduduk diam. Penuh takjub. Key menyandarkan kepalanya di tanganku. Suamiku duduk disebelahnya, mengacak-acak rambutnya lembut. Kami bertiga berdiam. Tak mau kehilangan moment sunset yang hanya 47 detik itu. Moment dimana matahari dengan penuh penerimaan pada semesta, bergulir indah, membagi sinarnya untuk bumi di bagian yang lain. Dan sekarang semburatnya yang indah seolah seperti tangan-tangan raksasa yang mengucapkan selamat tinggal pada bumi belahan Indonesia Barat. 47 detik yang menakjubkan. Key masih tak bergeming. Umurnya masih 1,5 tahun namun kulihat dia sudah bisa menikmati sunset. Persis seperti bundanya, pengagum senja dan sunset itu hadiah yang luar biasa untuk senja. 47 detik itu pun berlalu.
“Selamat tinggal matahari. Terimakasih untuk sinarnya hari ini. Esok kita jumpa lagi ya, matahari. Key, dadah sama matahari.” Aku menyenggol lembut tangannya sambil dadah-dadah. Key memang cerdas, dia seolah paham maksud bundanya. Tangan mungilnya dadah-dadah sambil memberikan senyum termanisnya untuk matahari sebagai ucapan terimakasih.”
“Daa. Daaa. Maari. Maaaaari.” Aku dan suamiku tertawa mendengar Key bilang kata matahari dengan bahasanya dan melihat ekspresi mukanya yang imut.  “Nah, sunset nya sudah selesai. Sekarang, lihat ayah bawa apa? ES KRIM! Cepet, kita makan sekarang. Nanti keburu cair.”
Suamiku mengeluarkan satu tumbler berukuran sedang es krim oreo favoritku dan tentu saja favorit Keandra juga sekarang. Walaupun Key hanya baru boleh makan es krim sedikit yang aku sentuh ke bibirnya dan dia jilat-jilat bibir mungilnya itu. Dia menjilat-jilat kegirangan.
 “Bunda, ayo kita berburu “harta karun.” Suamiku mencoba menantang permainan yang selalu aku menangkan.
“Siapa takuuut..”Dan jadilah kami berdua heboh dan Key berteriak-teriak ikut heboh seolah menyoraki dan menjadi cheerleader perburuan harta karun senja itu.
Senja itu selain menjadi senja terbaikku, juga menjadi moment makan es krim yang paling indah dalam hidupku.
***

Hey! Back to reality. Ini bukan di pantai, ini masih di dalam kamar tidur saya dan saya jadi ingin makan es krim sekarang juga. 

 *repost dari tulisan saya di blog www.mimpikitanyata.com




~Naya






Minggu, 08 Februari 2015

Tulisan saya akan di-buku-kan!

Hujan datang tak pernah dengan jadwal yang pasti dan bagiku ketidakpastian itu menarik. ~Naya

WOHOOOOOOO! Bulan Januari kemarin saya mengikuti lomba menulis puisi dengan tema "Ketika hujan menyapa." Alhamdulillah karya saya lolos untuk di-buku-kan. Lomba ini diadakan Aria Mandiri Publishing. Dari 700 naskah yang ikut serta, terpilih lah 300 naskah yang akan di-buku-kan menjadi tiga jilid. Dan karya saya masuk ke buku jilid pertama.Karya saya berjudul: "Kita dan Petrichor."

What do I feel? Blessed. Salah satu resolusi saya di tahun 2015 adalah memenangkan lomba menulis. Saya gak tau ini termasuk menang atau apakah. Yang jelas, tahun 2015 saya buka dengan amat sangat romantis. Yap, karya saya dicetak!  oh Tuhan senang sekali rasanya. Ini benar-benar kunci pembuka semangat saya menulis.

What did I get? So many. Salah satunya kepuasan batin. Lalu saya akan mendapat sertifikat. Sertifikat ini wasiat berharga untuk anak-anak saya kelak. Dari sertifikat ini saya akan mengajarkan bahwa lakukan apa yang kamu suka dan kamu akan tahu bahwa itu rasanya menyenangkan. 

Uang dapat dicari tapi kepuasan batin itu sangat mahal dan gak ternilai. Saya pun akan berusaha memasarkan buku ini dengan baik pada beberapa relasi. Hihihi. Ini sebagai wujud terimakasih saya pada Aria Mandiri Publishing yang membantu saya to make my dream come true, mencetak karya saya.

Mau tau seperti apa sih puisi saya tentang hujan? beli dong bukunya (nanti pun ada versi E-book nya loh). Hehehe.

Kamu tahu apa itu petrichor? Aroma hujan. Yup. "Kita dan Petrichor" bercerita tentang hubungan dua manusia yang sangat amat manis walaupun singkat dan tak bisa bersama. Memang terinspirasi dari kejadian nyata dan dan apakah ini kisah saya?  Well, nanti baca aja puisinya dan kamu boleh coba jawab.




~Naya

Rabu, 04 Februari 2015

Hand writing #31daysIHBchallenge

Tulisanku 8 tahun yang lalu saat ngantuk

Maaf foto nya miring.
Gak usah muter-muter kepala nya ya, aku bacain aja.
Bunyi nya:
Mah, ilan gak usah dibangunin. Mau kuliah yang jam 1. Soalnya, ilan bikin proposal skripsi ampe jam 3 pagi!!! masih ngantuk.
Nemu secarik kertas tulisan tanganku di dalam dus berisi skripsi dan kertas-kertas penunjang skripsi lainnya.
Wkwkwkwk. Itu tulisan berarti sekitar 8 tahun yang lalu. Bukti otentik perjuangan demi perjuangan saat skripsi. Hahaha. Duh memori terbang deh kesana kemari saat penyusunan skripsi. Jadi ada ide deh buat posting tips and trick (yang nyeleneh versi aku tentunya) tenatang ber-skripsi.

Tentang tulisan tangan, kayaknya gak terlalu berubah banyak. Mungkinkah berarti gak ada perubahan yang berarti dari kepribadian aku? kan katanya tulisan tangan itu menunjukkan kepribadian si pemiliknya.

Nah ini tulisanku beberapa minggu yang lalu





professional dreamer #31daysIHBchallenge




Pemimpi.
Apa yang kamu punya, wahai pemimpi?
Mimpi bergelombang yang mampu menerjang badai.
Ketika langit mederu kasar,
Ia tetap menghadang.

Pemimpi.
Kekuatan terbesarmu adalah keinginanmu
Keinginan mampu membuat langit senja merah merekah

Walau kadang mendung ada disana,
Bagimu senja selalu hangat.

Pemimpi.
Sudut rumah hening ialah pojok favoritmu.
Bagai parade dengan semarak kostum warna-warni.
Bagi yang lain mungkin itu senyap,
bagimu banyak nyala kembang api disana.

Dan aku suka bermimpi.
Jadi apa saja, atau mau apa saja.
Bermimpi membuatku mengerti
Ada raksasa tengah tidur di dalam diriku.

Wahai pemimpi,
teruslah bermimpi
Bangunkan raksasa nya
Dan buatlah sesuatu yang menakjubkan.

~Naya

Minggu, 01 Februari 2015

Food, Friends, Fun!



Eating is so intimate. It’s very sensual. When you invite someone to sit at your table and you want to cook for them, you’re inviting a person into your life.” ~ Maya Angelou



Saya punya filosofi tersendiri untuk makanan dan teman. Makanan itu adalah nutrisi bagi tubuh dan teman adalah nutrisi bagi jiwa. Keduanya sama penting. Ketika dua hal tersebut terhidang bersamaan maka kondisi tubuh dan jiwa akan sehat. Good friends, Good Food, Good Life!


Bukan hanya sekedar ngumpul-ngumpul, cerita-cerita, tapi pastinya harus ada sesuatu yang turut serta: MAKANAN! Makanan itu gak bisa lepas dengan sebuah kebersamaan. Ngumpul dan haha-hihi bareng gak akan sempurna kalau gak ada makanan ditengah-tengahnya. Begitupun sebaliknya, kebersamaan gak akan bisa lepas dari makanan, bukan? Entah itu hanya sekedar cemilan atau mungkin memang mempersiapkan makan besar seperti ajang nyate bareng atau ngaliwet yang khas dengan nasi yang dimasak di kastrol plus sambal dan asin itu. Atau mungkin kalian punya cara menikmati makanan bersama teman-teman yang gak biasa? Sharing dong sama kita disini…
Sebagai seorang introvert sejati, saya lebih senang ngumpul sama teman di rumah. Hehehe. Saya senang mengundang sobat-sobat, menghabiskan waktu bersama mereka di rumah sambil ngopi-ngopi atau ngemil-ngemil cantik adalah sesuatu yang priceless. Kita bisa ngobrol apa saja, ketawa-ketawa tanpa ada tatapan mata dari orang-orang yang keganggu (ini pengalaman saya beberapa kali saat ngobrol-ngobrol di tempat umum) bahkan mungkin juga dengan leluasa nangis-nangis numpahin apa aja nih yang sesek di dada. Pokonya bebas deh se-bebas-bebasnya. Gak akan ada yang liat ini, ko :P

Eh tapi kalau mau main ke rumah, ada satu syarat mutlak supaya kita punya perfect moment. Syaratnya adalah harus buat appointment dengan saya minimal dua hari sebelumnya. Ih belagu gak sih saya? Kudu bikin appointment segala, sok sibuk, kayak ibu-ibu pejabat kalo kata si Dinal (teman saya)  Wkwkwkwk. Saya sih senyum-senyum aja karena saya punya alasannya: I have to prepare a WELCOME SNACK! Yup saya mesti belanja dulu beberapa bahan di pasar untuk bikin makanan tersebut.
 
Ada tiga andalan welcome snack at my home; Ceker seuhah, Seblak and friends daun jeruk purut dan Roti canai coklat susu. Dijamin kalian pada ketagihan! Sampai ada beberapa temen yang saat datang ke rumah saya lagi, minta masak bareng menu-menu itu.  So kita pun masak bersama. Seru! Beberapa kali sempat kepikiran untuk jualan dan berbinis karena beberapa orang memuji keahlian saya meramu bumbunya. Alhamdulillaah. *makasih pujiannya* *uhuk* *keselek* Hehehe. (gimana team? Mau gabung kalau saya bikin bisnis ini?)
Nah, Sekarang mari kita kupas satu-satu tentang Welcome Snack ini yuk. Cekidot!

1.       Ceker seuhah
Makanan yang berasal dari salah satu bagian tubuh ayam ini, sangat pas banget buat ngemil. Dinikmati selagi hangat dipadupadan dengan lemon tea dingin. Pasti bikin ga bisa berhenti sampai di ceker terakhir. Ceker yang direbus dengan irisan jahe sebelum diolah membuat ceker menjadi wangi dan gak amis. Jangan lupa tambahkan daun jeruk purut di saat-saat sentuhan terakhir memasak yang akan menambah kesempuraan ceker seuhah. Segerrrrr.


2.       Seblak and friends daun jeruk
Bagi yang gak suka ceker, seblak jadi pilihan alternatif. Seblak menjadi trending food di bandung sejak  beberapa tahun terakhir ini dan buat saya menjadi makanan wajib saat kumpul dengan saudara atau teman. Selain karena pengolahannya yang super simple rasanya juga sangat menggoyang lidah, apalagi kalau dibuat super pedas. Bener-bener bikin melek. Biasanya saya suka menambahkan beberapa iris gula merah agar cita rasa seblak nya gak terlalu gurih. Oya, tambahkan kencur yang agak banyak agar wangi seblak menggelitik menggoda. Dan kenapa sih ada kata friends-nya? Karena saya sangat suka sekali memberi additional saat bikin seblak. Dari mulai otak-otak yg dipotong-potong, basreng, orak-arik telur, siomay kering, tahu kering kecil-kecil atau ditambah kerupuk ikan. Wuihhh mantaaaap.

Gimana? Sudah cukup Tergiur dan tergoda? Yuk… langsung aja maen ke rumah saya yah. Jangan lupa bikin appointment dulu. Hehehe. Looking forward to see you at my home, people!


*resep kedua makanan diatas, akan segera saya share

~Naya

*re-post tulisan saya dari blog grup